Semangat 75 Tahun Kemerdekaan Indonesia

Standard Post with Gallery

.

"Merah darahku, putih tulangku"

(Agita Violy) - Sebuah penggalan lirik lagu Kebyar-Kebyar karya Almarhum Gombloh bersahutan di telinga, bergantian dengan lagu nasional yang menggema. 17 Agustus pada tujuh puluh lima tahun silam menentukan nasib dua ratus juta penduduk bangsa, merdeka dari segala bentuk penjajahan. Baik tentara Jepang, Belanda dan sekutu, semua berbalik mundur usai Ir. Soekarno memproklamirkan kemerdekaan Republik Indonesia.

 

Merayakan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia merupakan sebuah hajatan tahunan yang ditunggu oleh seluruh lapisan masyarakat. Memasuki Bulan Agustus, euforia merah putih sudah menyeruak di berbagai tempat, mulai dari gang-gang perumahan, sekolah, hingga tempat publik. Masyarakat berlomba untuk memeriahkan lingkungannya dengan aksen merah putih sebagai perwujudan cinta tanah air.

 

Selain menghias lingkungan dengan tema merah putih, masyarakat Indonesia memiliki tradisi unik seperti lomba balap karung, makan kerupuk dan berbagai lomba yang kini telah dimodifikasi sesuai jamannya. Yayasan Pendidikan Islam Al Muhtadin biasanya menggelar Upacara Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang menyertakan seluruh warga sekolah, dari dewan guru hingga murid MTs dan SMK. Upacara ini merupakan sebuah refleksi perjuangan para pahlawan yang berhasil merebut kemerdekaan. Agar kita, para generasi muda tetap berupaya untuk melanjutkan perjuangan para pahlawan dengan berkarya dan berprestasi.

Bangsa yang besar adalah Bangsa yang menghargai jasa pahlawannya.” Ir. Soekarno.

Salah satu pengejawantahan dari perjuangan para pahlawan yang dapat dilakukan adalah dengan mempererat kerukunan dan menjunjung tinggi rasa toleransi. Indonesia yang terdiri dari berbagai ras dan budaya mengharuskan kita bisa menghargai segala macam perbedaan agar tidak terjerumus dalam lingkaran perpecahan.

 

Tidak ada Upacara Akbar untuk merayakan 75 Tahun Kemerdekaan Indonesia karena Pandemi Covid-19 yang mengharuskan kita berjaga jarak dan tetap di rumah saja untuk menghindari kerumunan, namun semangat merah putih harus tetap berkibar di dada.

Daftar Artikel: